Rabu, 10 Agustus 2016

Farmasetika Dasar



Pendahuluan
Yang dimaksud dengan farmasetika dasar adalah salah satu bagian dari ilmu farmasi yang berkaitan dengan teknologi formulasi obat. Formulasi obat merupakan komposisi/formula suatu bentuk sediaan obat sekaligus  teknik pembuatannya.
Oleh sebab itu dalam membuat suatu formula atau bentuk sediaan obat sangat diperlukan pengetahuan tentang obat, bentuk sediaan obat, arti bobot maupun ukuran/takaran serta peralatan yang diperlukan.

A. Obat
     Defenisi : obat adalah   unsur/senyawa   aktif, secara   fisiologis digunakan   untuk   mendiagnosa, pencegahan,   pengobatan serta   penyembuhan   penyakit   baik pada manusia   maupun   pada hewan.
        

B. Bentuk sediaan obat
  Adalah obat yang diformulasikan   dengan penambahan bahanbahan pembantu atau bahan   tambahan yang sesuai dengan   bentuk sediaa yang akan   dibuat.
  Contoh obat : Fenobarbital,   penisilin, Codein, dll.
 Bentuk sediaan obat : Tablet,   kapsul, Syrup, dll. 
C. Bobot dan Ukuran (FARMAKOPE INDONESIA edisi IV, 1995)
  Bobot dan ukuran yang digunakan di dalam Farmakope adalah istem metrik. Satuan bobot dan ukuran serta ingkatannya yang ering digunakan dalam Farmakope adalah sebagai berikut :
  Kg  = Kilogram
  g  = gram
  mg  = Miligram
  ugmkg  = Mikrogram
  ng  = Nanogram
  pg  = Pikogram
  Eq  = Gram Ekuivalen
  mEq  = Mill Ekuivalen
  mol  = Gram molekul
  mmol  = Milimol
  osmol  = Osmol
  mosmol  = Miliosmol
  Hz  = Hertz
  Khz  = Kilohertz
  Mev  = Mega Elektron Volt
  Kev  = Kilo Elektron Volt

PERALATAN FARMASETIKA
(Perlengkapan Farmasi)
1.Timbangan (balance)
  A. Timbangan biasa (bersifat Konvensional), ada 2 macam :
  1. Timbangan miligram (miligram             balance) digunakan untuk
      menimbang bahan obat < 1 gram
     2. Timbangan gram (gram balance)
      digunakan untuk menimbang       bahan  obat mulai 1 gram
 
 
  B. Timbangan Listrik (digital)
  Biasanya untuk menimbang tepat.   Dari kedua jenis timbangan itu,   sebelum dipakai biasanya   dikalibrasi terhadap ketepatan   timbangan. Pembacaan dengan   timbangan biasa sedikit lebih lama   dibandingkan timbangan listrik. 
  2. Alat Penakar
  yang dimaksud dengan alat penakar adalah alat-alat yang digunakan untuk menakar atau mengukur suatu bahan terutama bentuk cairan, antara lain :
*Gelas tentukur, yang terdiri dari beberapa macam mulai dari volume 5 ml, 10 ml, 20 ml, 50 ml, 10 ml s/d 1 L
*Botol Volumetrik kapasitas mulai 5 ml s/d 1 L
*Beaker gelas  : 50 ml s/d 2 L
*Erlenmeyer  : 50 ml s/d 2 L
  3. Pipet penakar
*Pipet Volume
  Digunakan untuk memindahkan sejumlah larutan yang diketahui secara teliti volumenya dari satu bejana (wadah) ke bejana yang lain. Kapasitas pipet volume ini bermacam-macam mulai : 1 ml, 2.5 ml, 5 ml, 10 ml, 25 ml, dan 50 ml.
*Pipet Ukur
  Hampir sama dengan pipet volume, tetapi diberi skala sama seperti hal nya buret. Digunakan untuk mengukur volume larutan lebih tepat dari pada dilakukan dengan gelas tentukur. Tetapi pipet ukur tidak umum digunakan
  apabila diperlukan ketepatan yang tinggi Pipet Makro tersedia dalam ukuran 0.001 s/d 2 ml dengan ketentuan 0.001 ml = lambda. Dan masih banyak peralatan lain yang digunakan dalam bidang farmasetika seperti cawan porselun, kaca arloji, spatula porselen, corong serta batang pengaduk.
 
*
*
*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar