PendahuluanYang dimaksud dengan farmasetika dasar adalah salah satu bagian dari ilmu farmasi yang berkaitan dengan teknologi formulasi obat. Formulasi obat merupakan komposisi/formula suatu bentuk sediaan obat sekaligus teknik pembuatannya.
Oleh sebab itu dalam membuat suatu formula atau bentuk sediaan obat sangat diperlukan pengetahuan tentang obat, bentuk sediaan obat, arti bobot maupun ukuran/takaran serta peralatan yang diperlukan.
A. Obat
Defenisi : obat adalah unsur/senyawa aktif, secara fisiologis digunakan untuk mendiagnosa, pencegahan, pengobatan serta penyembuhan penyakit baik pada manusia maupun pada hewan.
B. Bentuk sediaan obat
Adalah obat
yang diformulasikan dengan penambahan bahan- bahan pembantu atau bahan tambahan yang sesuai dengan bentuk sediaa
yang akan dibuat.
Contoh obat : Fenobarbital, penisilin, Codein, dll.
Bentuk sediaan obat :
Tablet, kapsul, Syrup, dll.
C. Bobot dan Ukuran
(FARMAKOPE INDONESIA edisi IV, 1995)
Bobot dan ukuran
yang digunakan di dalam Farmakope adalah istem metrik. Satuan bobot dan ukuran serta ingkatannya yang ering digunakan dalam Farmakope adalah sebagai berikut :
Kg = Kilogram
g = gram
mg = Miligram
ugmkg = Mikrogram
ng = Nanogram
pg = Pikogram
Eq = Gram Ekuivalen
mEq = Mill Ekuivalen
mol = Gram molekul
mmol = Milimol
osmol = Osmol
mosmol = Miliosmol
Hz = Hertz
Khz = Kilohertz
Mev = Mega Elektron Volt
Kev = Kilo Elektron Volt
(Perlengkapan Farmasi)
1.Timbangan
(balance)
A. Timbangan biasa (bersifat Konvensional), ada 2 macam :
1. Timbangan miligram (miligram balance) digunakan untuk
menimbang bahan obat < 1 gram
2. Timbangan gram (gram balance)
digunakan untuk menimbang bahan obat mulai 1
gram
B. Timbangan Listrik (digital)
Biasanya untuk menimbang tepat. Dari kedua jenis timbangan itu, sebelum dipakai biasanya dikalibrasi terhadap ketepatan timbangan. Pembacaan dengan timbangan biasa sedikit lebih lama dibandingkan timbangan listrik.
2. Alat Penakar
yang dimaksud dengan alat penakar adalah alat-alat
yang digunakan untuk menakar atau mengukur suatu bahan terutama bentuk cairan, antara
lain :
3. Pipet penakar
Digunakan untuk memindahkan sejumlah larutan yang diketahui secara teliti volumenya dari satu bejana (wadah) ke bejana
yang lain. Kapasitas pipet
volume ini bermacam-macam mulai : 1 ml, 2.5 ml, 5 ml, 10 ml,
25 ml, dan 50 ml.
Hampir sama dengan pipet
volume, tetapi diberi skala sama seperti hal nya buret. Digunakan untuk mengukur volume larutan lebih tepat dari pada dilakukan dengan gelas tentukur. Tetapi pipet ukur tidak umum digunakan
apabila diperlukan ketepatan yang tinggi Pipet Makro tersedia dalam ukuran
0.001 s/d 2 ml dengan ketentuan 0.001 ml = lambda. Dan masih banyak peralatan lain yang digunakan dalam bidang farmasetika seperti cawan porselun, kaca arloji,
spatula porselen, corong serta batang pengaduk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar